Minggu, 31 Maret 2013

DUNIA BISNIS PERTANIAN





Latar belakang:
Bisnis merupakan cara-cara memperoleh keuntungan dari hasil usahanya. Pada umumnya setiap orang berbisnis dengan suatu hal yang bisa populer dimasyarakat misalnya bisnis fashion untuk menarik minat dan gampang mendapat keuntungan. Para pengusaha pun juga tidak mau mengambil resiko yang besar dari bisnis yang dijalani. Itulah alasan mengapa jarang sekali dijumpai orang yang mau berbisnis pertanian. Namun, di zaman yang modern seperti ini tidak ada salahnya mencoba berbisnis pertanian. Bisnis pertanian ini selain bertujuan untuk menambah penghasilan bagi para petani juga sebagai salah satu cara untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi. Bisnis pertanian juga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri serta menghambat impor kebutuhan dari luar negeri. Betapa makmurnya negeri ini bila hidup para petani makmur dan hasil pertaniannya melimpah, bahkan negara di dunia pun dapat menjadikan negeri ini sebagai sumber penghidupan dengan segala kekayaan alamnya.
Dalam berbisnis pertanian dibutuhkan keahlian khusus, keahlian yang dimaksud bukan keahlian bertani layaknya seorang petani yang harus mencangkul tanahnya sendiri, namun lebih mengarah pada cara yang lebih modern. Berikut cara-cara dalam memilih dunia bisnis pertanian:

1.     Bisnis wisata pertanian yaitu pertanian yang dijadikan sebagai agen wisatawan untuk berkunjung. Wisatawan dapat menikmati hasil dari pertanian secara langsung,dapat langsung memetik hasil pertanian itu sendiri. Dalam bisnis ini diperlukan lahan serta jenis tanaman yang menarik minat wisatawan dan cara-cara  pengelolaannya.

   A. Wisata buah yaitu wisata di bidang pertanian yang dominan dengan buah-buahan sebagai tujuan utamanya. Jenis buah-buahan yang ditanam umumnya durian,strowberry,salak,anggur,nanas,melon,apel,jeruk dan buah naga yang sekarang populer dikalangan masyarakat. Bisnis ini sangat menjanjikan akan keuntungan yang didapat karena dapat pula dijadikan pusat oleh-oleh buah.



B.  Wista sayuran yang merupakan tujuan wisatawan untuk mengenal sayuran. Misalnya wisata di kebun tomat,kebun wortel ataupun kebun lobak. Wisata ini cocok untuk para ibu- ibu untuk mencoba memetik langsung sayuran segar.
C. Wisata bunga yaitu kunjungan wisatawan untuk mengenal berbagai jenis bunga, dan bagi para pengemar bunga dapat    dijadikan tanaman hias untuk rumah, dan usaha penjualan bunga hias.


   D.  Wisata bercocok tanam, maksudnya adalah tempat ini dijadikan lahan untuk ruang bisnis dengan tempat khusus pembelajaran untuk anak kecil becocok tanam padi ataupun sayuran. Dalam bidang ini,anak-anak dapat terjun secara langsung untuk mencoba menanam padi di sawah khusus, menanam sayur di ladang khusus, dan memetik secara langsung hasil pertanian yang ada.

2.     Bisnis khusus ekspor pertanian yaitu bisnis yang khusus mengarah pada peningkatan kualitas produk hasil pertanian. Bisnis ini membutuhkan modal yang cukup besar untuk memperoleh ladang yang luas, tanaman unggulan dan cara perawatan tanaman tersebut. Namun, penghasilan yang diperoleh luar biasa.  Tanaman unggulan yang dapat dijadikan hasil ekspor umumnya adalah gandum, padi, dan sagu. karena hasil pertanian tersebut merupakan makan pokok dunia yang dikonsumsi setiap hari. Dalam pegelolaanya harus mendapat hasil yang berkualitas dan laku di pasaran internasional.

3.     Bisnis kelompok tani rumahan yaitu bisnis yang digalang untuk para ibu-ibu. Dalam hal ini disediakan lahan khusus untuk kelompok ibu-ibu rumah tangga aga bekerja sama mencari keuntungan  dalam pertanian. Definisi bisnisnya adalah dalam beberapa hektar lahan khusus yang disediakan para ibu-ibu memanfaatkan dengan menanami berbagai kebutuhan seperti sayuran,palawija, dan tanaman bumbu masak serta yang lainnya. Hasil panen yang didapat akan diolah bersama untuk kebutuhan sehari-hari dan lainnya dijual pada toko khusus sayur. Uang yang didapat dibagi secara merata untuk keperluan lain. Keuntungan dari bisnis kelompok tani ini adalah dapat menekan pengeluaran belanja ibu rumah tangga, dan menciptakan lapangan pekerjaan sampingan untuk para ibu rumah tangga.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

suka
tidak